Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2017

COACHING FOR TEACHER : URAI MASALAH SISWA DENGAN COACHING

Jakarta,(Humas MTsN 33 ),Duduk bersebelahan dengan secarik kertas, seorang coach ( orang yang mengcoaching orang lain ) dengan intonasi suara pelan,memberikan beberapa pertanyaan kepada Coachee (orang yang sedang di coaching). Fadel seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi jakarta ini mengalami masalah bosen di kelas, tugas kuliah yang menumpuk, UAS tidak belajar, tugas dikerjakan tidak maksimal selalu mengumpulkan di akhir-akhir batas waktu.
Berikut ini percakapannya,


Coach     : “Seberapa pentingnya mengerjakan tugas kuliah menurut kamu ?”
Coachee : “Sebenarnya sih, mengamankan nilai, tugas itu memacu kita untuk belajar, dan tugas itu melatih etos kerja kita yang nantinya dalam dunia kerja”.
Coach     : “Apa sih pentingnya kamu mengerjakan tugas dengan baik ?”.
Coachee : “Hidup saya akan tenang dan saya bisa mengerjakan hal-hal lainnya”.
Coach     : “Apa sih pentingnya ketenangan dalam hidup kamu ketika mengerjakan tugas dengan baik ?”.
Coachee : ”Saya bisa mengerjakan hal-hal yang lainnya, dalam otak saya ada space buat istirahat”.
Coach     : “Hal terkecil apa yang bisa kamu lakukan untuk mengerjakan tugas dengan baik ?”.
Coachee : “Saya akan langsung liat berkas, kemudian tidak menunda-nunda , langsung saya kerjakan”.

Diatas merupakan percakapan yang didemontrasikan, Iis Susilowati, seorang Coach bersertifikat internasional,dihadapan peserta yang hadir dalam pelatihan coaching for teacher yang diselenggarakan Maxima Indonesia di Roemah Djawa beralamatkan Jl. Gudang Peluru Timur Tebet Jakarta Selatan, Sabtu (28/1).
 

Diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari para pendidik, praktisi pendidikan dan mahasiswa, Lulusan S1 Ekonomi Manajemen ini memberikan penjelasannya tentang pentingnya coaching yang bisa digunakan  di sekolah untuk mengurai permasalahan yang dihadapi siswa sehingga muncul ide-ide kreatif berupa solusi dan semua itu muncul dari siswa itu sendiri.

“Teknik coaching ini bisa menguraikan masalah dan digali bagaimana  mencari solusinya dan itu semua didapat dari diri siswa sendiri”, paparnya

Alumni Kelas Inspirasi Program Indonesia Mengajar juga menjelaskan, bahwa menjadi seorang coach harus mempersiapkan diri berupa persiapan dalam diri coach itu sendiri. Seperti cara berifikir terhadap orang lain, kemudian tanamkan dalam pola pikir, dimana seorang coach tidak bisa mengubah orang lain, hanya diri coachee sendirinya lah yang bisa merubahnya, dan tak kalah pentingnya selalu berfikir positif terutama bahwa setiap orang ini merubah dirinya butuh waktu, paparnya.

Baru setelah itu, Iis mencontoh teknik bertanya dari bentuk pertanyaan-pertanyaan coaching. Pertanyaan-pertanyaan dasar itulah merupakan kunci keberhasilan seorang coach sehingga dengan pertanyaan itu, coachee mampu digali solusinya.

Sementara itu dalam sesi evaluasi, Asep Mulyana, guru MTsN 33 Jakarta yang ikut dalam pelatihan tersebut mengapresiasikan pelatihan yang diselenggarakan Maxima Indonesia, pelatihan ini penting baginya karena sebagai pembina Osis, dia dipercaya siswa untuk mendengar curhatan mereka ,sehingga ilmu yang diberikan pada pelatihan kali ini akan diterapkannya di sekolah.

Selasa, 27 Desember 2016

LDKS MTsN 33 BANGUN SOCIALBILITY ANTAR SISWA

Jakarta, MTsN 33 Jakarta akhrnya menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) usai ujian semester ganjil. Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari dimulai tanggal 19 hingga 21 Desember ini mengambil lokasi Villa Pemuda Cibodas Jawa Barat.
ldks mtsn 33 jakarta
LDKS MTsN 33 Jakarta


Namun untuk hari pertama LDKS diadakan di lingkungan sekolah dalam hal pemberian materi dasar keorganisasian, seputar Osis dan pembuatan proposal. Sore harinya peserta yang duduk di kelas 7 ini mendapat latihan baris-berbaris dari Rindam (Resimen Induk Daerah Kodam ).

Peserta LDKS yang terdiri dari siswa kelas 7 dan pengurus baru Osis ini diharapkan melalui kegiatan ini dapat membentuk  dan melatih jiwa kepemimpinan siswa. "Tujuan penyelenggarakan LDKS MTsN 33 Jakarta adalah mengembangkan bakat kepemimpinan siswa yang jujur, percaya diri, tanggung jawab dan kreatif ", sambut Ketua Pelaksana Derilta Hefli dalam acara pembukaan Senin (19/12).

Senada dengan kepala madrasah,Solihin, bahwa kepemimpinan itu tidak dilahirkan namun dibentuk dan dikembangkan melalui pelatihan-pelatihan seperti LDKS ini.

Salah satu aspek yang ingin dilatih yaitu membangun socialibility antar siswa pada umumnya dan sesama pengurus OSIS khususnya. Ini terlihat dari fun games dan out bond yang mengkedepankan kerjasama tim , membangun kepercayaan, berani bertanggung jawab serta bagaimana memimpin suatu tim.

"Bisa lebih akrab dengan adek-adek kelas, bertanggung jawab, games nya bikin saya lebih kompak dan  mengenal lebih deket dengan  anggota (Osis)" ujar Vlanada salah satu pengurus Osis kelas 8.

Villa pemuda cibodas Jawa Barat merupakan lokasi pelaksanaan Ldks yang sering digunakan MtsN 33 Jakarta ,selain tempat penginapannya representatif, sudah didalamnya transportasi (bus) pemandangan bagus , ada sungai serta udara segarapun menjadi daya tarik tersendiri bagi madrasah.

"Pemandangannya enak , segar bikin kita refres dan tidak stres", Ujar Dona Nurrahmah siswa kelas 7 yang ikut dalam Ldks tahun ini.

Dona pun senang dengan  Ldks tahun ini , ada kesan tersendiri buat dirinya karena  bisa mendapatkan banyak wawasan, menambah pengalaman, menguji mental dan belajar bertanggung jawab.