Tampilkan postingan dengan label pengajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengajaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2015

Belajar Fisika dengan Virtual Laboratori

Pintar Virtual, software dari malaysia ini saya dapatkan waktu aku kuliah di UNJ Fisika. Waktu itu kami mahasiswa angkatan 99 dan 2000 diminta mempromosikan software ini ke sekolah-sekolah. Meski software ini trial dan banyak fitul tidak aktif namun masih ada fitur dasar yg masih digunakan.

klik download disini untuk mendapatkan software Pintar Media Listrik

Jumat, 14 Februari 2014

Pendidikan adalah Pemaksaan

Pendidikan adalah pemaksaan kata-kata itu masih tertancap dalam mindsite saya ketika saya mulai mengajar di STM BUNDA KANDUNG, itu terlontar dari Bapak Sutiadi, Kepala Sekolah STM Bunda Kandung. Menghubungkan dari buku HABITS karya Felix Siaw ternyata kata-kata beliau benar. Ketika logika sudah tidak dikedepankan butuh suatu pemaksaan hingga menjadi HABITS atau pembiasaan. Ketika Habits sudah terbentuk lama kelamaan akan mengerti juga makna dibalik pemaksaan tersebut. Pemaksaan untuk shalat misalnya, ketika sudah berjalan selama 30 hari waktu minimal untuk membentuk pembiasaan menurut Felix dalam bukunya tersebut maka sudah menjadi otomatis bagai mesin yang berjalan. Terimakasih buat Bapak Sutiadi, kata-kata yang singkat tapi bermakna. . . .

BANGGA MEMBUAT GURU MENANGIS ?

Tulisan ini berlatar belakang ketika ada beberapa guru menangis terutama ibu guru yang sudah tidak bisa ditahan lagi ketika melihat sesuatu diluar kesanggupan sebagai seorang manusia. Kemudia tanpa sengaja saya membaca beberapa tweet beberapa siswa-siswi yang seakan bangga dengan kejadian guru menangis tersebut.


Bangga dengan membuat guru menangis, sambil menceritakan kepada teman-temannya seakan KREN dan akan tercatat dalam sejarah. BANGGA seakan PRESTASI yang gemilang. Padahal mereka tidak mengetahui BERATNYA menjadi GURU. Selepas pulang dari mengajar MEREKA harus bisa membagi waktu untuk KELUARGA, malam disiapkan untuk MENGAJAR ESOK HARI, persiapan matang yang membutuhkan waktu yang mungkin semaleman untuk membuat MEDIA PEMBELAJARAN, merangkai kata untuk mudah dipahami dan MEMBUAT SOAL-SOAL sambil menahan ngantuk yang tiada tara. TAPI yang didapatkannya, LEMBARAN-LEMBARAN SOAL seakan hanya menjadi kertas yang tiada berguna.TAWA, dan MASA BODOH didapatkannya dengan mencoba menahan dan menghela nafas. MEREKA tidak tahu, bahwa yang mereka inginkan HANYALAH KESUKSESAN dari anak didiknya, mereka tidak berharap KADO yang diberikan TIAP AKHIR TAHUN, mereka sudah cukup dengan GAJI PEMERINTAH dan TUNJANGANNYA. Bahkan mereka harus menampilkan WAJAH CERIA didepan kelas walau perasaannya sedang GALAU dan RISAU. jadi....MASIH BANGGA dengan MEMBUAT GURU MENANGIS????