Sebuah pertanyaan paling sering diajukan banyak orang tentang kepemimpinan. Apakah seorang pemimpin itu dilahirkan dari orangtua yang juga pemimpin ataukah pemimpin itu memang dibentuk oleh tempaan ?.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, akirnya ditemukan jawabannya. Tahun 2006, Ayres dan tim melakukan riset tentang pertanyaan tersebut dengan meriset 100 pasangan anak kembar, mereka menyimpulkan bahwa faktor GENETIK berkontribusi hanya 30% (born) atas kemampuan leadership seseorang berarti 70%nya adalah di bentuk atau "made"
Sedangkan pertanyaan berikutnya adalah apakah definisi KEPEMIMPINAN itu sendri. Pemimpin menurut teori Jennings (1960) dan wren (1995), pemimpin adalah seseorang dengan ide serta perbuatannya bisa mempengaruhi (influence) perilaku oranglain.
Sabtu, 15 Februari 2014
Kepemimpinan dilahirkan atau dibentuk ?
Posted By:
mulyana
On Sabtu, Februari 15, 2014
In leadership
Jumat, 14 Februari 2014
Bagaimana Cara Kerja Lampu Neon
Bagaimana ya cara kerja Lampu Neon ?
Di dalam lampu Neon terdapat gas neon. Ketika lampu neon dihubungkan dengan listrik, atom-atom gas neon menerima energi listrik sehingga tereksitasi. Apa itu eksitasi ? suatu keadaan dimana elektron akan naik kelintasan lebih luar.
Ketika atom kembali kekeadaan normal, atom-atom tersebut memancarkan gelombang cahaya. Mengapa memiliki warna yang berbeda ?. Warna cahaya yang dipancarkan bergantung pada gas yang dimasukan kedalam tabung.
Beberapa gas yang digunakan pada lampu neon.
Gas Argon : Warna Biru Muda
Gas Helium : Warna jingga terang
Gas Neon : Merah jingga
Jadi kamu tahukan bagaimana cara kerja Lampu Neon yang ada di rumah kamu ?
Sumber : Buku Gasing Prof Yohannes Surya
Pendidikan adalah Pemaksaan
Pendidikan
adalah pemaksaan kata-kata itu masih tertancap dalam mindsite saya
ketika saya mulai mengajar di STM BUNDA KANDUNG, itu terlontar dari
Bapak Sutiadi, Kepala Sekolah STM Bunda Kandung. Menghubungkan dari buku
HABITS karya Felix Siaw ternyata kata-kata beliau benar. Ketika logika
sudah tidak dikedepankan butuh suatu pemaksaan hingga menjadi HABITS
atau pembiasaan. Ketika Habits sudah
terbentuk lama kelamaan akan mengerti juga makna dibalik pemaksaan
tersebut. Pemaksaan untuk shalat misalnya, ketika sudah berjalan selama
30 hari waktu minimal untuk membentuk pembiasaan menurut Felix dalam
bukunya tersebut maka sudah menjadi otomatis bagai mesin yang berjalan.
Terimakasih buat Bapak Sutiadi, kata-kata yang singkat tapi bermakna. . .
.
About Me
Asep Mulyana,S.Pd
Guru IPA-Fisika di MTsN 33 Jakarta yang ditempatkan oleh Kementerian Agama DKI Jakarta. Sebelumnya saya mengajar di STM Bunda Kandung, SMA Avicenna, SMA 48 dan pada bimbingan belajar PRIMAGAMA Mayestik, Polim dan Fatmawati Jakarta Selatan.
No Hp : 0857-71676896
email : mulyana2012ok@gmail.com
fb : Asep Mulyana
Guru IPA-Fisika di MTsN 33 Jakarta yang ditempatkan oleh Kementerian Agama DKI Jakarta. Sebelumnya saya mengajar di STM Bunda Kandung, SMA Avicenna, SMA 48 dan pada bimbingan belajar PRIMAGAMA Mayestik, Polim dan Fatmawati Jakarta Selatan.
No Hp : 0857-71676896
email : mulyana2012ok@gmail.com
fb : Asep Mulyana
Posted By:
mulyana
On Jumat, Februari 14, 2014
In
OSISKU TEMPAT BELAJARKU
Belajar
itu memiliki 4 pilar seperti yang dicanangkan oleh UNESCO, yaitu,
LEARNING TO KNOW, belajar mengetahui untuk mengembangkan pengetahuan
didalam OSIS kita belajar administrasi,keorganisasian, leadership, public speaking dan hal lainnya.
Pilar kedua LEARNING TO D0 , belajar melakukan sesuatu,melakukan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna untuk diri senidri dan orang lain, bukankan muslim yang baik itu muslim yang bermanfaat untuk orang lain.
Pilar ketiga, LEARNING TO BE, menjadi sesuatu, OSIS bisa dijadikan ajang untuk aktualisasi diri dimana bisa eksis postif dengan berani tampil didepan kelas, bekerja sama dengan orang lain, berperan sebagai pemimpin dengan skala kecil.
dan pilar keempat, LEARNING TO LIVE TOGETHER, belajar hidup bersama artinya didalam OSIS kita saling terbuka, menyelesaikan masalah internal dengan musyawarah ketika ada konflik pribadi didalam organisasi dan belajar untuk menghargai dan menghormati sesama pengurus.
Demikianlah sedikit catatan tentang belajar dalam OSIS
Pilar kedua LEARNING TO D0 , belajar melakukan sesuatu,melakukan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna untuk diri senidri dan orang lain, bukankan muslim yang baik itu muslim yang bermanfaat untuk orang lain.
Pilar ketiga, LEARNING TO BE, menjadi sesuatu, OSIS bisa dijadikan ajang untuk aktualisasi diri dimana bisa eksis postif dengan berani tampil didepan kelas, bekerja sama dengan orang lain, berperan sebagai pemimpin dengan skala kecil.
dan pilar keempat, LEARNING TO LIVE TOGETHER, belajar hidup bersama artinya didalam OSIS kita saling terbuka, menyelesaikan masalah internal dengan musyawarah ketika ada konflik pribadi didalam organisasi dan belajar untuk menghargai dan menghormati sesama pengurus.
Demikianlah sedikit catatan tentang belajar dalam OSIS
SONG SOLAR SYSTEM
Belajar TATA SURYA dengan Lagu..hafalin ya.....tesnya nyanyi sambil bergaya . . . .
I am the Sun.
I’m a burning ball of fire.
I’m very big indeed.
Life on earth depends on me.
I am the sun.
I am Mercury.
I’m the closest planet to the sun.
I’m a ball of iron — I have no moons.
I am Mercury.
I am Venus.
I’m the same size as the Earth
but I spin the other way and much more slowly.
I have no water — I am Venus.
I am the Earth.
The place where we all live.
There is land and lots of sea so I look blue.
I have a moon.
I am the Earth.
I am Mars.
I’m a rocky, red planet.
My mountains are the highest in our solar system.
I have 2 moons.
I am Mars.
I am Jupiter.
I’m a gas giant.
I’m the biggest and I spin the fastest.
I have the biggest moon.
I am Jupiter.
I am Saturn.
I’m a gas giant.
My rings are made of ice.
Titan is my biggest moon.
I am Saturn.
I am Uranus.
I’m an icy gas giant.
I’m the coldest planet in our solar system.
And I have rings made of dust.
I am Uranus.
I am Neptune.
I’m an icy gas giant.
I’m the farthest planet from the sun.
I have many storms.
I am Neptune.
We are the solar system
We are the solar system
I am the Sun.
I’m a burning ball of fire.
I’m very big indeed.
Life on earth depends on me.
I am the sun.
I am Mercury.
I’m the closest planet to the sun.
I’m a ball of iron — I have no moons.
I am Mercury.
I am Venus.
I’m the same size as the Earth
but I spin the other way and much more slowly.
I have no water — I am Venus.
I am the Earth.
The place where we all live.
There is land and lots of sea so I look blue.
I have a moon.
I am the Earth.
I am Mars.
I’m a rocky, red planet.
My mountains are the highest in our solar system.
I have 2 moons.
I am Mars.
I am Jupiter.
I’m a gas giant.
I’m the biggest and I spin the fastest.
I have the biggest moon.
I am Jupiter.
I am Saturn.
I’m a gas giant.
My rings are made of ice.
Titan is my biggest moon.
I am Saturn.
I am Uranus.
I’m an icy gas giant.
I’m the coldest planet in our solar system.
And I have rings made of dust.
I am Uranus.
I am Neptune.
I’m an icy gas giant.
I’m the farthest planet from the sun.
I have many storms.
I am Neptune.
We are the solar system
We are the solar system
BANGGA MEMBUAT GURU MENANGIS ?
Tulisan ini berlatar belakang ketika ada beberapa guru menangis terutama ibu guru yang sudah tidak bisa ditahan lagi ketika melihat sesuatu diluar kesanggupan sebagai seorang manusia. Kemudia tanpa sengaja saya membaca beberapa tweet beberapa siswa-siswi yang seakan bangga dengan kejadian guru menangis tersebut.
Bangga dengan membuat guru menangis, sambil menceritakan kepada teman-temannya seakan KREN dan akan tercatat dalam sejarah. BANGGA seakan PRESTASI yang gemilang. Padahal mereka tidak mengetahui BERATNYA menjadi GURU. Selepas pulang dari mengajar MEREKA harus bisa membagi waktu untuk KELUARGA, malam disiapkan untuk MENGAJAR ESOK HARI, persiapan matang yang membutuhkan waktu yang mungkin semaleman untuk membuat MEDIA PEMBELAJARAN, merangkai kata untuk mudah dipahami dan MEMBUAT SOAL-SOAL sambil menahan ngantuk yang tiada tara. TAPI yang didapatkannya, LEMBARAN-LEMBARAN SOAL seakan hanya menjadi kertas yang tiada berguna.TAWA, dan MASA BODOH didapatkannya dengan mencoba menahan dan menghela nafas. MEREKA tidak tahu, bahwa yang mereka inginkan HANYALAH KESUKSESAN dari anak didiknya, mereka tidak berharap KADO yang diberikan TIAP AKHIR TAHUN, mereka sudah cukup dengan GAJI PEMERINTAH dan TUNJANGANNYA. Bahkan mereka harus menampilkan WAJAH CERIA didepan kelas walau perasaannya sedang GALAU dan RISAU. jadi....MASIH BANGGA dengan MEMBUAT GURU MENANGIS????
Selasa, 04 Februari 2014
LEADERSHIP 3.0
Leadership 3.0 Apa sih dah kayak seri handphone aja. Istilah baru bagi saya itu akhirnya saya temukan jawabannya, buku tentang LEADERSHIP 3.0 terbitan Gramedia bekerjasama dengan MarkPlus Institute yang ditulis oleh Ardhi Ridwansyah dan mendapat kata pengantar dari Hermawan Kartajaya ini sangat bagus sekali.
OSIS MTsN 33 Jakarta
Menjadi pembina OSIS untuk periode ke-2 kali merupakan hal yang paling berat, walau sedikit berbangga bahwa masih dipercaya oleh pimpinan untuk mendampingi para pengurus OSIS namun menjadi beban atau amanah yang tidak mudah.
LOYALITAS DALAM BERORGANISASI
Menjalankan roda organisasi perlu yang namanya LOYALITAS atau kesetiaan. Organisasi memiliki tujuan yang akan dicapai atau target yang ingin diraih oleh para anggotanya.Oleh karena itu agar tujuan tercapai maka dibutuhkan loyalis-loyalis (orang-orang yang setia) yang menggerakan roda organisasi.
Loyalitas akan terbukti manakala, setiap program atau kegiatan apapun dilaksanakan penuh semangat dan kebanggaan didalamnya. Kebanggaan karena rasa memiliki organisasi tersebut. Organisasi sebuah wadah untuk saling tolong menolong dalam kebaikan akan menjadi amal yang Insya Allah menjadi pahala disisiNya.
Bahkan para loyalis-loyalis inilah yang mampu membela manakalah sebuah organisasi dilecehkan bahkan bahan olok-olokan bagi para pembenci organisasi. Mereka lah yang berani berada digaris terdepan untuk membela organisasi.
Loyalitas akan terbukti manakala, setiap program atau kegiatan apapun dilaksanakan penuh semangat dan kebanggaan didalamnya. Kebanggaan karena rasa memiliki organisasi tersebut. Organisasi sebuah wadah untuk saling tolong menolong dalam kebaikan akan menjadi amal yang Insya Allah menjadi pahala disisiNya.
Bahkan para loyalis-loyalis inilah yang mampu membela manakalah sebuah organisasi dilecehkan bahkan bahan olok-olokan bagi para pembenci organisasi. Mereka lah yang berani berada digaris terdepan untuk membela organisasi.
NOVEL “ LIONTIN”, KISAH AKTIVIS DAKWAH ( MAHASISWA UNJ ) YANG BERBUAH INDAH
Berawal melihat promosi di group facebook Ikatan Guru Indonesia, seorang penulis muda Muhammad Yusuf menerbitkan sebuah novel yang berjudul “ LIONTIN” sebuah novel yang berkisah aktivis Mahasiswa UNJ yang bergelut didunia dakwah baik didalam kampus maupun diluar kampus. Membaca tulisan UNJ, saya jadi tertarik membeli buku tersebut maklum saya merupakan lulusan UNJ yang dulu pernah aktif di BEM ( Badan Eksekutif Mahassiswa ) di tingkat jurusan fisika. Ketertarikan itulah yang membuat saya ingin membeli buku tersebut. Akhirnya kiriman Novel tersebut datang dan hanya dalam waktu 2 jam saja , buku itu habis saya baca. Banyak hikmah yang saya dapatkan dari novel tersebut. Pertama, seseorang yang istiqomah dijalanNya pasti mendapatkan atau berbuah indah pada akhirnya. Janji Allah benar untuk hamba-hambanya yang selalu berusaha untuk taat pasti mendapatkan hasil atau ganjaran yang tak disangka-sangka. Kedua, Berkumpulnya atau selalu berada dalam komunitas diantara orang-orang baik memiliki pengaruh yang luar biasa, karena mereka (temen-teman) tersebut sebagai pengingat tatkala kita mulai jauh dari jalan-Nya. Ketiga, orang-orang yang berani mempunyai impian dan juga komitmen untuk impian mereka ini akhirnya sukses dan impian itu membuat dia makin berani menuliskan lebih tinggi lagi, sangat sesuai dengan motto yang familiar ditelinga kita, Man Jada Wa Jadda yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Buat alumni UNJ, novel ini patut untuk dimiliki sebagai penyemangat apalagi aktivis ROHIS….…….
SALAHKAH HUJAN ?
Hujan yang mengguyur jakarta terus menerus tanpa jelas kapan berakhir, berbagai umpatan dan kekesalaN terhadap hujanpun terlontar baik sengaja maupun tidak, Gara-gara hujan saya tidak bisa berdagang, gara-gara hujan saya rugi, harga barang melonjak. Semua gara-gara hujan. Padahal Hujan berasal dari pemilik Alam, apa ini juga harus disalahkan. Hujan yang mengguyur Jakarta tak dapat dibendung bahkan dengan teknologi canggihpun, orang-orang yang mengaku cendikiawan tak berdaya?? Hujan juga bisa diartikan PENGHANCUR KESOMBONGAN DAN KEANGKUHAN MANUSIA.........
Sabtu, 04 Januari 2014
Rabu, 01 Januari 2014
My History
Pengalaman Kerja saya antara lain :
1. Guru Fisika SMK Bunda Kandung
2. Guru Komputer LPKMSI Jakarta
3. Guru Fisika PRIMAGAMA Jakarta
4. Guru Fisika Pengayaan SMA 48 Jakarta
5. Guru Fisika SMA Avicenna - Labschool Cinere
6. Guru IPA MTsN 33 Jakarta
Pengalaman Organisasi
1. Ketua Pendidikan ROHIS SMU 29 Jakarta
2. Bidang Penelitian BMJ Fisika UNJ
3. Bidang Kaderisasi BEMJ Fisika UNJ
4. Pembina Pramuka MTsN 33 Jakarta
5. Pembina OSIS MTsN 33 Jakarta
Rabu, 13 November 2013
Menjadikan Metode Ceramah yang Efektif
Fakta tentang Metode Ceramah
Berbicara panjang lebar mengenai mata pelajaran di depan kelas yang banyak dilakukan oleh guru melalui metode ceramah kadang kala membuat bosan dan kurang menarik bagi para siswa, kata-kata yang terus diulang, intonasi suara yang tidak jelas, volume suara yang tidak menjangkau kelas ditambah lagi jam pelajaran setelah istirahat dengan kondisi perut kenyang menambah semakin mengantuk bahkan bisa tertidur.
Metode mengajar dengan ceramah perlu direncanakan dengan baik, karena metode mengajar ini merupakan penyampaian informasi dari guru kepada siswa.Tujuan dari metode ceramah pada dasarnya adalah agar siswa mengetahui informasi yang disampaikan dan untuk mengingat materi yang pernah diajarkan.
Lalu bagaimana menjadikan ceramah yang menarik dan efektif ?
Ada dua faktor yang harus disiapkan jika guru menggunakan metode ceramah ini yaitu Faktor Teknis dan Non Teknis .Adapun untuk Faktor Teknis antara lain ;
1. Volume suara yang dapat menjangkau dalam kelas
2. Intonasi dengan turun naiknya suara dapat menarik perhatian
3. Menggunakan komputer / laptop dengan presentasi audio visual
4. Alat peraga sederhana yang dapat dibawa ke kelas
5. Lembar Kerja / Handout terhadap materi yang disampaikan
6. Adanya tanya jawab
7. Kombinasikan dengan ice breaker
8. Mengevaluasi ceramah yang disampaikan dapat melalui alat rekam agar menjadi evaluasi dimana kelemahan dan kekurangannya
9. Evaluasi dapat melalui pertanyaan langsung kepada siswa tentang materi yang disampaikan
10. Berikan kuis atau pertanyaan-pertanyaan spontan
Sementara untuk faktor Non Teknis antara lain;
1. Untuk jam pelajaran istirahat dimana kondisi siswa dalam keadaan perut kenyang lebih mudah mengantuk 2. Ada ulangan sebelumnya atau sesudahnya ini juga merupakan masalah non teknis yang dapat mengganggu konsentrasi siswa ketika guru akan memberikan ceramah.
Faktor non teknis ini perlu kebijaksanaan guru untuk memberikan waktu sekitar 10 menit untuk melepaskan kepenatan setelah ulangan atau waktu sebelum bel berbunyi untuk mempersiapakan ulangan mata pelajaran berikutnya. Dengan bahasa yang penuh pengertian dan efektif insya Allah fokus dan konsentrasi paras siswa kepada ceramah yang akan guru sampaikan lebih efektif.
Sumber : Buku NYALAKAN KELASMU (20 Metode Mengajar dan Aplikasinya ) karya Sigit Setyawan.
Berbicara panjang lebar mengenai mata pelajaran di depan kelas yang banyak dilakukan oleh guru melalui metode ceramah kadang kala membuat bosan dan kurang menarik bagi para siswa, kata-kata yang terus diulang, intonasi suara yang tidak jelas, volume suara yang tidak menjangkau kelas ditambah lagi jam pelajaran setelah istirahat dengan kondisi perut kenyang menambah semakin mengantuk bahkan bisa tertidur.
Metode mengajar dengan ceramah perlu direncanakan dengan baik, karena metode mengajar ini merupakan penyampaian informasi dari guru kepada siswa.Tujuan dari metode ceramah pada dasarnya adalah agar siswa mengetahui informasi yang disampaikan dan untuk mengingat materi yang pernah diajarkan.
Lalu bagaimana menjadikan ceramah yang menarik dan efektif ?
Ada dua faktor yang harus disiapkan jika guru menggunakan metode ceramah ini yaitu Faktor Teknis dan Non Teknis .Adapun untuk Faktor Teknis antara lain ;
1. Volume suara yang dapat menjangkau dalam kelas
2. Intonasi dengan turun naiknya suara dapat menarik perhatian
3. Menggunakan komputer / laptop dengan presentasi audio visual
4. Alat peraga sederhana yang dapat dibawa ke kelas
5. Lembar Kerja / Handout terhadap materi yang disampaikan
6. Adanya tanya jawab
7. Kombinasikan dengan ice breaker
8. Mengevaluasi ceramah yang disampaikan dapat melalui alat rekam agar menjadi evaluasi dimana kelemahan dan kekurangannya
9. Evaluasi dapat melalui pertanyaan langsung kepada siswa tentang materi yang disampaikan
10. Berikan kuis atau pertanyaan-pertanyaan spontan
Sementara untuk faktor Non Teknis antara lain;
1. Untuk jam pelajaran istirahat dimana kondisi siswa dalam keadaan perut kenyang lebih mudah mengantuk 2. Ada ulangan sebelumnya atau sesudahnya ini juga merupakan masalah non teknis yang dapat mengganggu konsentrasi siswa ketika guru akan memberikan ceramah.
Faktor non teknis ini perlu kebijaksanaan guru untuk memberikan waktu sekitar 10 menit untuk melepaskan kepenatan setelah ulangan atau waktu sebelum bel berbunyi untuk mempersiapakan ulangan mata pelajaran berikutnya. Dengan bahasa yang penuh pengertian dan efektif insya Allah fokus dan konsentrasi paras siswa kepada ceramah yang akan guru sampaikan lebih efektif.
Sumber : Buku NYALAKAN KELASMU (20 Metode Mengajar dan Aplikasinya ) karya Sigit Setyawan.
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)

